Jelang Duel Timnas Indonesia U-19 Vs Dinamo Zagreb, Shin Tae yong Punya PR Besar
![]() |
Timnas U-19 saat berhadapan dengan Kroasia |
Arsitek asal Korea Selatan itu memenuhi janjinya untuk merotasi skuadnya untuk menghadapi Bosnia dan Herzegovina U-19. Sebab, tim berjulukan Garuda Muda ini praktis tidak punya waktu istirahat yang panjang setelah mrnjalani lima kali laga uji coba sebelumnya.
Selanjutnya, Garuda Muda akan meladeni Dinamo Zagreb U-19. Berikut ini 3 PR Shin Tae-yong sebelum Witan Sulaeman dkk. melawan tim tuan rumah.
Shin Tae-yong menurunkan Erlangga Saputra sebagai kiper inti menggantikan Adi Satryo yang diistirahatkan. Empat bek sejajar di depannya meliputi Bayu Fiqri, Ahmad Rusadi, Komang Tri, dan Yudha Febrian.
Kecuali Komang Tri, nama-nama di atas berlabel sebagai pemain pelapis Timnas Indonesia U-19. Ketika menghadapi Bosnia dan Herzegovina U-19, kelimanya tampul cukup baik, namun belum mampu meredam lini depan tim lawan.
Shin Tae-yong perlu mengasah kekompakan pelapis di lini pertahanan itu. Sebab, sejumlah pemain di antaranya jarang dimainkan sebagai starter.
Bayu Fiqri dan Yudha Febrian masih kurang berani menusuk ke daerah pertahanan lawan. Begitu pula Komang Tri, yang harus menjaga konsentrasinya agar tidak lagi mencetak gol ke gawang sendiri.
Andi Irfan dan Sandi Arta di kedua sisi sayap dan Andre Oktaviansyah serta David Maulana sebagai double pivot di lini tengah. Gambaran itu merupakan pilihan Shin Tae-yong pada babak pertama pertandingan tersebut.
Bagi Andre, penampilan ini merupakan partai pertamanya bersama Timnas Indonesia U-19 di Kroasia. Dia bermain selama 45 menit sebelum diganti Brylian Aldama.
Lini tengah Timnas Indonesia U-19 kurang hidup di babak pertama. Wajar, karena komposisi yang dimainkan bukan susunan utama. Andi Irfan adalah pelapis bagi Witan Sulaeman, begitu pula Sandi Arta, yang menjadi back up Mochammad Supriadi.
Andre kerap gagal mengalirkan bola ke lini depan. Sementara, Andi Irfan dan Sandi Arta seolah terisolasi oleh lini belakang Bosnia dan Herzegovina U-19. Baru ketika sejumlah pemain pilar dipasang di babak kedua, permainan Timnas Indoneisa U-19 lebih enak ditonton.
Timnas Indonesia U-19 juga harus membenahi penyelesaian akhir dari Witan Sulaeman. Sejumlah peluang yang didapatkannya masih melenceng dari gawang lawan.
Shin Tae-yong mencoba duet lini depan baru. Bahrif Fahreza dipercaya sebagai ujung tombak yang didukung oleh Jack Brown.
Untuk Jack Brown, penampilan ini adalah yang pertama untuknya setelah dihajar cedera engkel yang membuatnya absen pada lima partai sebelumnya.
Menempatkan Jack Brown sebagai penyerang lubang kurang efektir. Dia tidak kuat menahan bola layaknya Braif Fatari yang biasa mengisi posisi itu.
Begitu pula Bahrif, yang minim pasokan bola dari lini tengah karena Bosnia dan Herzegovina U-19 mengendalikan serangan di babak pertama. Shin Tae-yong harus mencari formula yang lebih tepat jika ingin merotasi susunan pemainnya.
Begitu keduanya diganti oleh Irfan Jauhari dan Saddam Gaffar, lini depan Timnas Indonesia U-19 jauh lebih segar. Namun, keduanya juga tidak dapat berbuat banyak. Irfan dan Saddam harus lebih melatih insting menciptakan peluang dibanding harus menunggu pasokan dari lini kedua.
Posting Komentar